Galau Masa Depan Akibat Quarter Life Crisis
Pernah dengar istilah Quarter Life Crisis? Quarterlife Crisis atau sering dikenal dengan krisis seperempat abad merupakan kondisi psikologi seseorang yang berusia 20-30 tahun yang mengalami kekhawatiran akan masa depannya atau merasa “jalan di tempat”. Dukungan pendapat juga mengatakan hal serupa pada Harvard Bussines Review bahwa tingkat depresi pada usia 20-an lebih tinggi dari generasi sebelumnya.
Hal yang paling dekat sebagai penyebab dari fenomena ini adalah media sosial dan lingkungan sosial lho. Ya, media soisal yang selalu berputar dalam kehidupan mampu menimbulkan rasa cemas dan kekhawatiran. Seseorang akan cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain, baik secara prestasi, finansial, fisik, pergaulan dan lainnya. Kemudian, lingkungan sosial selain tuntutan diri sendiri, tuntutan lingkungan pun harus dihadapi. Seperti standar kesuksesan tertentu yang harus diraih memicu seseorang depresi.
Apa saja tanda-tanda Quarter Life Crisis? Pertama, cemas akan tujuan hidup. Seseorang yang berada di fase seperempat abad ini akan mempertanyakan bagaimana masa depan nantinya, juga akan mempertanyakan esksistensi diri sebagai manusia. Kedua, depresi akibat eskpetasi orang lain terhadap diri sendiri. Seperti seorang kakak laki-laki yang tidak bisa menandingi kesuksesan adik perempuannya.
Ekspetasi orang lain bahwa kita dapat berbuat lebih dan pada akhirnya tidak bahagia atas apa yang telah didapatkan. Ketiga, kurang bahagia. Ya, kurang bahagia karena apa yang diimpikan belum terwujudkan. Sudah berusaha namun belum tercapai. Bagaimana cara menghadapi fenomena Quarter Life Crisis? Berikut ini beberapa tipsnya :
1. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain Tanpa sadar, media sosial merupakan salah satu penyebab bagi sebagian orang untuk membandingkan diri mereka dengan orang lain. Melihat kesuksesan orang lain yang diunggah di media sosial membuat diri merasa apakah saya dapat mendapat kebahagiaan yang sama? Padahal, sesuatu yang terlihat sukses di media sosial tetap saja terdapat struggle yang mereka juga harus dilewati.
2. Mulai untuk menentukan tujuanmu Buatlah rencana masa depanmu, apa yang ingin dicapai atau hal positif seperti apa yang mebuat diri bahagia, itu lebih baik. Daripada hanya dengan kebiasan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, waktumu akan habis dan menangis karena menyesal di kemudian hari.
3. Mulailah menerima dan jalani Quarter Life Crisis merupakan hal normal ketika seseorang berproses untuk menjadi dewasa. Fase ini dapat membantu seseorang memahami dan menentukan jati diri. Ketika dihadapkan dengan banyaknya pilihan, kita dapat menentukan jalan hidup yang akan kita jalani nanti kedepannya.Galau Masa Depan Akibat Quarter Life Crisis
Komentar
Posting Komentar